Halaman

Senin, 08 Desember 2014

kurikulum dan pengembangannya



BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
Kurikulum sampai saat ini masih hangat untuk diperbincangkan. Sebab kurikulum mempunyai peranan yang sangat signifikan dalam dunia pendidikan, bahkan bisa dikatakan bahwa kurikulum memegang kedudukan dan kunci dalam pendidikan, hal ini berkaitan dengan penentuan arah, isi, dan proses pendidikan, yang pada akhirnya menentukan macam dan kualifikasi lulusan suatu lembaga pendidikan. Kurikulum menyangkut rencana dan pelaksanaan pendidikan baik dalam lingkup kelas, sekolah, daerah, wilayah maupun nasional.[1] Semua orang berkepentingan dengan kurikulum, sebab kita sebagai orang tua, sebagai warga masyarakat, sebagai pemimpin formal ataupun informal selalu mengharapkan tumbuh dan berkembangnya anak, pemuda, dan generasi muda yang lebih baik, lebih cerdas, lebih berkemampuan. Kurikulum mempunyai andil yang cukup besar dalam melahirkan harapan tersebut. Kurikulum sebagai rancangan pendidikan mempunyai kedudukan yang cukup sentral dalam keseluruhan kegiatan pembelajaran, menentukan proses pelaksanaan dan hasil pendidikan. Mengingat pentingnya peran kurikulum dalam pendidikan dan dalam perkembangan kehidupan peserta didik nantinya, maka pengembangan kurikulum tidak bisa dikerjakan sembarangan harus berorentasi kepada tujuan yang jelas sehingga akan menghasilkan hasil yang baik dan sempurna.[2]
 B.Rumusan Masalah
1.Apa pengertian kurikulum ?
2Apa ciri-ciri kurikulum pai ?
3.Apa langkah-langkah pengembangan kurikulum ?

C.Tujuan Masalah
1.Untuk mengetahui pengertian kurikulum.
2.Untuk mengetahui ciri-ciri kurikulum pai.
3.Untuk mengetahui langkah-langkah pengembangan kurikulum.

























 BAB II
PEMBAHASAN
1.Pengertian kurikulum
Kurikulum merupakan salah satu komponen yang memiliki peran penting dalam sistem pendidikan. Di dalamnya tidak hanya mengandung rumusan tujuan yang harus dicapai, tetapi juga pemahaman tentang pengalaman belajar yang harus dimiliki setiap anak didik. Begitu pentingnya fungsi dan peran kurikulum dalam menentukan keberhasilan pendidikan, karena itu kurikulum harus dikembangkan dengan fondasi yang kuat. Kata “Kurikulum”berasal dari kata Yunani yang semula digunakan dalam bidang olah raga, yaitu currere yang berarti jarak tempuh lari, yakni  jarak yang harus ditempuh dalam kegiatan berlari mulai dari star hingga finish. Jarak dari star sampai finish ini kemudian yang disebut dengan currere.[3]
Dalam bahasa Arab, istilah “kurikulum” diartikan dengan Manhaj, yakni jalan yang terang, atau jalan yang terang yang dilalui oleh manusia pada bidang kehidupannya.[4] Dalam konteks pendidikan, kurikulum berarti jalan terang yang dilalui oleh pendidik/guru dengan peserta didik untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan sikap serta nilai-nilai.[5]
Sementara itu menurut E. Mulyasa bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, kompetensi dasar, materi standar, dan hasil belajar, serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai hasil kompetensi dasar dan tujuan pendidikan.[6]
 Pengertian kurikulum secara tradisional di atas mempunyai implikasi sebagai berikut :
1.      Kurikulum terdiri atas sejumlah mata pelajaran. Mata pelajaran sendiri pada hakikatnya adalah pengalaman nenek moyang di masa lampau. Berbagai pengalaman tersebut dipilih, dianalisis, serta disusun secara sistematis dan logis, sehingga muncul mata pelajaran seperti sejarah, ilmu bumi, ilmu hayat, dan sebagainya.
2.      Mata pelajaran adalah sejumlah informasi atau pengetahuan, sehingga penyampaian mata pelajaran pada siswa akan membentuk mereka menjadi manusia yang mempunyai kecerdasan berfikir.
3.      Mata pelajaran menggambarkan kebudayaan masa lampau. Adapun pengajaran berarti penyampaian kebudayaan kepada generasi muda.
4.      Tujuan mempelajari mata pelajaran adalah untuk memperoleh ijazah. Ijazah diposisikan sebagai tujuan, sehingga menguasai mata pelajaran berarti telah mencapai tujuan belajar.
5.      Adanya aspek keharusan bagi setiap siswa untuk mempelajari mata pelajaran yang sama. Akibatnya, faktor minat dan kebutuhan siswa tidak dipertimbangkan dalam penyusunan kurikulum.
6.      Sistem penyampaian yang digunakan oleh guru adalah sistem penuangan (imposisi). Akibatnya, dalam kegiatan belajar gurulah yang lebih banyak bersikap aktif, sedangkan siswa hanya bersifat pasif belaka.[7]
 Hakikat kurikulum adalah kegiatan yang mencakup berbagai rencana kegiatan peserta didik yang terperinci berupa bentuk-bentuk bahan pendidikan, saran-saran strategi belajar mengajar, peraturan-peraturan program agar dapat diterapkan, dan hal-hal yang mencakup pada kegiatan yang bertujuan mencapai tujuan yang di inginkan.





2.Ciri-ciri kurikulum dalam pai
Menurut Al-Syaibani yang dikutip oleh tafsir, bahwa kurikulum pendidikan islam seharusnya mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
1.Kurikulum pendidikan islam harus menonjolkan mata pelajaran agama dan ahklak.
2.Kurikulum pendidikan islam harus memperhatikan pengembangan menyeluruh aspek pribadi siswa, yaitu aspek jasmani, akal, dan rohani.
3.Kurikulum pendidikan islam memperhatikan keseimbangan antara pribadi dan masyarakat, dunia dan akhirat, jasmani dan akal serta rohani manusia.
4.Kurikulum pendidikan islam memperhatikan juga seni halus, yaitu ukir, pahat, tulis indah, gambar, dan sejenisnya.
5.Kurikulum pendidikan islam mempertimbangkan perbedaan-perbedaan kebudayaan yang sering terdapat ditengah manusia karena perbedaan tempat dan juga perbedaan zaman, kurikulum dirancang sesuai dengan kebudayaan itu.
Oemar Muhammad At-Toumi al-Syaibani menyebutkan lima ciri kurikulum pendidikan islam. Kelima ciri tersebut secara singkat dapat disebutkan sebagai berikut :
1.Menonjolnya tujuan utama dan akhlak pada berbagai tujuannya, kandungan, metode, alat dan tekniknya bercorak agama.
2.Meluas cakupannya dan menyeluruh kandungannya, yaitu kurikulum yang betul-betul mencerminkan semangat, pemikiran, dan ajaran yang menyeluruh.
3.Bersikap seimbang diantara berbagai ilmu yang dikandung dalam kurikulum yang akan digunakan.
4.Bersikap menyeluruh dalam menata seluruh mata pelajaran yang diperlukan oleh anak didik.
5.Kurikulum yang  disusun selalu disesuaikan dengan minat dan bakat anak didik.
Berdasarkan ciri kurikulum pendidikan diatas, maka tidak dapat dipungkiri bahwa kurikulum ini sangat menonjolkan akhlak pribadi muslim yang tinggi atau dengan kata lain, dalam masalah kecerdasan emosionalnya (EQ). Serta dengan kurikulum ini dapat membangun masyarakat muslim di lingkungan sekolah, keluarga, masyarakat. Sehingga dapat diwujudkan perilaku islami, diantaranya berbudi pekerti luhur, baik terhadap tuhan, terhadap diri sendiri dan terhadap orang lain maupun dalam hubungan sosial mereka.
3.Langkah-langkah pengembangan kurikulum
Secara teoritis, pengembangan kurikulum dapat terjadi kapan saja sesuai dengan kebutuhan. Salah satu kebutuhan yang harus diperhatikan kurikulum adalah pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta prilaku kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Semua itu hendaknya tercermin dalam kurikulum dalam setiap jenjang pendidikan yang ada. Munculnya undang-undang baru membawa implikasi baru terhadap paradigma dalam dunia  pendidikan. Kondisi yang terjadi saat ini dan antisipasi terhadap keadaan masa yang menuntut berbagai penyesuaian dan perubahan kurikulum yang digunakan sebagai acuan dalam penyelenggaraan pendidikan. Pengembangan kurikulum pada hakekatnya adalah proses penyusunan rencana tentang isi dan bahan pelajaran yang harus dipelajari serta bagaimana cara mempelajarinya. Namun demikian, persoalan mengembangkan kurikulum bukan merupakan hal yang sederhana dan mudah. Menentukan isi atau muatan kurikulum harus berangkat dari visi, misi, serta tujuan yang ingin dicapai, sedangkan menentukan tujuan yang ingin dicapai erat kaitannya dengan persoalan sistem nilai dan kebutuhan masyarakat. Proses pengembangan kurikulum menurut Hamid Hasan, haruslah meliputi tiga dimensi kurikulum yaitu kurikulum sebagai ide, kurikulum sebagai dokumen dan kurikulum sebagai proses. Ketiga dimensi kurikulum ini saling berkaitan antara yang satu dengan yang lainnya. Kurikulum sebagai proses dilaksanakan dengan berbagai kebijakan kurikulum. Kebijakan-kebijakan tersebut merupakan operasionalisasi kurikulum sebagai ide dan kurikulum sebagai dokumen. Keseluruhan proses atau langkah-langkah dalam pengembangan kurikulum dapat digambarkan dalam bagan berikut ini.[8]


 










Bagan tersebut menggambarkan bahwa kegiatan pengembangan kurikulum itu harus dimulai dari perencanaan. Dalam menyusun perencanaan tersebut didahului oleh ide-ide yang akan dituangkan dan dikembangkan dalam program. Ide-ide tersebut berkenaan dengan penentuan filosofi kurikulum, model kurikulum yang digunakan, pendekatan dan teori belajar yang digunakan dan model evaluasi pembelajaran yang dipilih. Ide-ide tersebut dapat berasal dari :



1.Visi yang direncanakan
 Visi adalah pernyataan tentang cita-cita atau harapan-harapan yang ingin dicapai oleh suatu lembaga pendidikan dalam jangka panjang.
2.Kebutuhan siswa, masyarakat, dan kebutuhan untuk studi lanjut.
3.Hasil evaluasi kurikulum sebelumnya dan tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta kemajuan zaman.
4.Pandangan-pandangan para ahli / pakar berbagai bidang.
5.Kecenderungan era globalisasi yang menuntut seseorang harus memiliki etos belajar sepanjang hayat, sosial, politik, ekonomi, budaya, dan teknologi.
 Kelima hal diatas kemudian diramu sedemikian rupa untuk dikembangkan dalam program atau kurikulum sebagai dokumen yang akan dihasilkan, bentuk atau format silabus dan komponen-komponen kurikulum yang harus dikembangkan. Segala sesuatu yang tertuang dalam dokumen tersebut kemudian dikembangkan dan disosialisasikan dalam proses implementasinya, yang bisa saja berupa pengembangan kurikulum dalam bentuk rencana pembelajaran, proses pembelajaran di dalam/luar kelas serta evaluasi pembelajaran, sehingga akan diketahui tingkat efektifitas dan efesiensinya. Dari evaluasi ini akan diperoleh umpan balik yang dapat digunakan dalam penyempurnaan kurikulum berikutnya.







BAB III
PENUTUP
A.Kesimpulan
Pengembangan dan pembinaan kurikulum merupakan dua kegiatan yang tidak dapat dipisahkan, pengembangan dan implementasi merupakan dua sisi yang harus berjalan seiring sejalan. Makna kurikulum akan dapat dirasakan manakala diimplementasikan, implementasi akan semakin terarah manakala sesuai dengan kurikulum rencana, dan selanjutnya hasil implementasi tersebut selanjutnya akan memberikan masukan untuk penyempurnaan rancangan. Inilah hakekat pengembangan kurikulum yang selalu berputar, berjalan, dan membentuk suatu siklus. Hakikat kurikulum adalah suattu program yang direncanakan dan dilaksanakan untuk mencapai sejumlah tujuan pendidikan tertentu. kurikulum pada dasarnya ditujukan untuk mengantarkan anak didik pada tingkatan pendidikan, perilaku dan intelektual yang diharapkan membawa meeka pada sosok anggota masyarakat yang berguna bagi bangsanya.
B.Saran
Demikianlah penyusunan makalah ini, kami berharap dengan adanya penyusunan makalah ini dapat memberikan tambahan ilmu yang bermanfaat sehingga menjadikan kita manusia yang senantiasa beriman kepadanya. Jika terdapat beberapa kesalahan dalam penyusunan makalah ini kami memohon maaf yang sebesar-besarnya karena tidak ada yang sempurna di muka bumi ini, dan jika terdapat beberapa hal yang mampu untuk diberi masukan dan lain-lain, kami memohon untuk memberi masukan, dan saran sehingga dalam pembuatan makalah selanjutnya akan lebih baik lagi.






REFERENSI
Ahmad, M. Pengembangan Kurikulum. Bandung : PT Pustaka Setia, 1998.
Amri, Sofan. Konstruksi Pengembangan Pembelajaran ; Pengaruhnya Terhadap Mekanisme dan Praktik Kurikulum. Jakarta : PT Prestasi Pustaka Publisher, 2010.
Hamalik, Oemar. Dasar-dasar Pengembangan Kurikulum. Bandung : PT Remaja RosdaKarya, 2007.
Haryati, Nik. Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam. Bandung : Alfabeta, 2011.
 Muhaimin. Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam; di Sekolah Madrasah dan Perguruan Tinggi. Jakarta :PT.Rajagrafindo Persada. 2012.
Mulyasa, E. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Bandung :PT Remaja RosdaKarya, 2006.
Ramayulis. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta : PT. Kalam Mulia, 2004.
Syaodih, Nana. Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktek. Bandung: Remaja Rosda Karya, 2002.



[1] Nana Syaodih Sukmadinata, Pengembangan Kurikulum,; Teori dan Praktek, (Bandung : PT. Remaja Rosdakarya, 2006), hal. 5.
[2] Sofan Amri, dan Iif Khoiru Ahmadi, Konstruksi Pengembangan Pembelajaran; Pengaruhnya Terhadap Mekanisme dan Praktik Kurikulum, (Jakarta : PT. Prestasi Pustaka Publisher, 2010), hal. 61-62.
[3] M. Ahmad, Dkk, Pengembangan Kurikulum, (Bandung : PT. Pustaka Setia,1998), hal, 9.
[4] Ramayulis, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta : PT. Kalam Mulia, 2004), hal. 128.
[5] Muhaimin, Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam; di Sekolah, Madrasah, dan Perguruan Tinggi, Op-Cit, hal, 1.
[6] E. Mulyasa, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, (Bandung : PT. Remaja Rosdakarya, 2006), hal. 46.
[7] Oemar Hamalik, Dasar-dasar Pengembangan Kurikulum, (Bandung : PT. Remaja Rosdakarya, 2007), hal. 4.
[8] Nik Haryati, Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam ( Bandung : Alfabeta , 2011) , h.17

radhiah dhia setia: psikologi perkembangan

radhiah dhia setia: psikologi perkembangan: NO.URUT :1 PAI:2 TUGAS PSIKOLOGI PERKEMBANGAN OLEH RADHIAH 20100112026 FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVER...

radhiah dhia setia: kata hati..

radhiah dhia setia: kata hati..: KATA HATI SUSAH..SANGAT SULIT...          Awalnya aku merasa tidak berada disekitar mereka,entah karena apa aku selalu menghin...

Jumat, 01 November 2013

puisi religi



Ya Allah..salahkah hamba..?
Oleh radhiah hasrullah
Ketika putih berubah menjadi hitam ketika itu pula pahala berubah dosa
Ketika terang berubah menjadi gelap ketika itu pula sayang berubah benci
Ketika bulan berubah menjadi matahari ketika itu pula malam berubah siang
Dalam setiap detik detik waktu yang berubah,adakah celah celah yang menjadi dosa dimatamu..?
Ketika penantian yang tak kunjung datang seolah menjadi langkah untuk menunggu
Ketika harapan yang tak kunjung terwujud seolah menjadi beban untuk maju
Ketika keinginan yang tak didengar seolah menjadi celah kehidupan yang sulit
Akankah disetiap yang kulakukan mampu bernilai pahala dan berguna disisimu..?
Kutau jika penantian yang tak mesti datang akan sia sia untuk menunggu
Kutau jika harapan yang tak mesti terwujud akan menjadi batu yang menghalangi
Kutau jika keinginan yang tak mesti didengar akan menjadi duri penghalang
Namun,apakah tak ada sedikit celah bagiku untuk membenarkan apa yang kulakukan..?
Salahkah hamba yang terus menunggu akan penantian dari kasih sayangmu..?
Salahkah hamba yang terus mengharapkan segala ridhomu..?
Salahkah hamba yang terus menginginkan yang terbaik darimu..?
Ya Allah..hanya kepadamu hamba yang hina ini memohon
Seraya segala yang kulakukan mengharapkan ridhomu untuk menghapuskan segala penantian
Ini..memohon yang terbaik untuk melakukan yang terbaik

Musik instrumen:-kitaro theme from silk road
                                -sedih tomorrow instrument



Selasa, 29 Oktober 2013

kata hati..





KATA HATI
SUSAH..SANGAT SULIT...
        Awalnya aku merasa tidak berada disekitar mereka,entah karena apa aku selalu menghindar dari setiap mata yang melihat kearahku,selalu menghindar dari setiap kenyataan yang ada di depan mataku,selalu merasa dibawah dan tak ada yang melihat dengan jelas.Seakan akan mata yang melihat ke arahku pura-pura tidak melihat apa yang sedang berjalan didepan mereka,bagaikan benda mati yang tidak bernilai oleh mereka,itulah kata hatiku yang selalu berputar di sekitar pikiranku.
       Oleh karena keadaan yang demikian,mataku pun tertutup bagi mereka yang bisa melihat dengan jelas keberadaanku,kaki yang berjalan dengan perlahan seakan-akan ingin berlari dari pandangan mereka,bibir yang ingin menyapa seakan-akan tertutup rapat,mata yang ingin menoleh seakan-akan ingin lari ketempat lain.Itulah diriku yang selalu saja merasa tak pantas berada disekitar mereka,teman-temanku.
       Penyesalan itu memang tempatnya dibelakang,terkadang muncul kalimat itu yang selalu mengingatkan diriku akan segala sesuatu yang pada akhirnya akan membuatku merasa menyesal.Namun diri masih saja melakukan hal-hal yang akhirnya membawa penyesalan,pikiran ini selalu saja menggelinding di pikiranku,apakah aku salah ?apa aku pernah berbuat salah ?apa yang harus aku lakukan ?apakah yang aku lakukan ini salah ?tapi mengapa harus aku ?di otakku hanya ada kata-kata ini,entah angin apa yang membawa kata-kata ini terus berada di otakku.
       Semenjak berada di suasana belajar yang baru,baik itu teman,pengajar,lokasi belajar,tempat tinggal,bahkan daerah,semuanya baru.Dengan keadaan dan kondisi yang demikian berbeda membuatku semakin mandiri,namun keadaan tidak sesuai dengan apa yang aku inginkan,semua jauh berbeda dari yang kuharapkan,menginginkan teman yang baru dan suasana baru pun tidak sesuai dengan harapan.Betapa besar keinginginan untuk akrab dan berteman baik dengan mereka namun rasa malu tak juga mau kerja sama,bibir ingin selalu menyapa namun rasa

takut selalu ada,mata berharap mereka datang namun rasa ini selalu menghalangi.Akankah diri mampu mendapatkan hal-hal yang aku harapkan ?
       Rasa malu sebenarnya sesuatu yang tidak semua orang miliki,dan juga merupakan hal yang baik untuk dimiliki khususnya bagi seorang wanita,namun terkadang pula tidak baik jikalau memiliki rasa malu yang berlebihan seperti diriku.Aku menyadari segala sesuatu tentang diriku,begitupun segala kekurangan yang ada,ingin mengubah tapi terasa sangat sulit untuk dilakukan,ingin mengubah namun tak tau apa yang harus dilakukan,ahhh..itulah yang mampu kukatakan saat ini,saat air mata jatuh membasahi pipi,namun masih saja tak tau cara untuk mengubah kekurangan itu menjadi sebuah kelebihan.Berdoa ya itulah yang selalu kulakukan setiap kali bersujud memohon kepada sang ilahi,meski doa belum dikabulkan namun usaha pun tidak hilang,meski berkali-kali berusaha namun mengapa diri masih saja seperti ini ?mengapa diri masih memiliki hal-hal yang tidak kuinginkan ?apakah ini takdir dari sang ilahi ?ntahlah akupun masih belum tau jawabannya namun satu hal yang aku ketahui bahwa apapun kekurangan yang ada dalam diriku tapi itulah aku,itulah diri yang dibalik kekurangan itu masih ada kelebihan yang tidak dimiliki oleh semua orang,dan aku sangat mensyukuri itu,karena aku tau itulah takdir hidupku.
      
KAWAN,LIHATLAH AKU...
         Kawan lihatlah aku..kata hatiku selalu teriak membisikkan kata-kata ini kepada mereka,mereka yang tidak mendengar kata hatiku yang memanggil nama mereka.Mereka yang asyik dengan segala aktifitas dan kegiatan mereka tak juga mampu menyadari betapa ingin diri ini berteman dan akrab dengannya.Mereka akan datang jikalau butuh bantuan ataupun sesuatu dariku,disaat susah,sedih datanglah panggilan itu tetapi disaat senang dan tertawa lupalah mereka akan keberadaanku,sedih rasanya hati ini yang tak seorangpun mampu mengerti dan paham akan diriku.

 Disaat ada diantaranya yang ingin pindah ataupun sakit mereka dengan siapnya menjatuhkan air mata ataupun pergi menjenguknya,dengan air mata yang terus mengalir harapan agar tidak kehilangan orang dari mereka selalu terdengar dari bibirnya,dengan hati yang khawatir dengan kondisi diantara mereka yang tidak baik pun demikian,dengan siap siaganya mereka datang menjenguk,namun aku sama sekali tidak tau apa yang akan mereka lakukan kepadaku jika hal itu pun menimpa diri ini,tak tau apakah air matanya pun akan jatuh jika mendengar berita kepergianku ?tak tau apakah mereka akan datang saat diri ini pun sakit ?ntahlah..
        Itulah keadaan yang memaksa air mata pun tak mampu jatuh untuk mereka,itulah aku yang tak ingin berjalan melihat mereka,dan itulah diriku yang tidak mampu seperti yang lain.Namun meski begitu,hati selalu berharap mereka mampu melihat kearahku,berharap mereka menyimpan namaku dihati dan fikirannya,dan aku pun mampu menyimpan namanya dihatiku.

SAHABAT,KAU YANG KUSAYANG..

       Saat ini selain keluarga,tampaknya perasaan sayang masih ada dalam diriku meski belum sepenuhnya namun itu merupakan hal yang baik yang menandakan diri masih memiliki perasaan dan hati nurani.Sahabat-sahabatku yach merekalah salah satu hal yang aku sayangi saat ini,mereka lah yang mampu membuat bibir ini tersenyum dan membuat hati tenang,namun dibalik rasa sayang itu juga masih terselip rasa kecewa dalam hati ntah karena apa namun rasa itu juga sering muncul yang hanya mampu menimbulkan sakit hati.Sahabatku adalah mereka yang selalu ada disaat aku membutuhkannya,namun saat ini diri masih banyak menutup diri dari mereka,rasa kurang enak terhadap mereka berulang kali bermunculan tatkala diri selalu mengatakan sesuatu yang hanya mampu menjadi beban bagi para sahabat olehnya itu tertutup adalah jalan yang baik untuk saat ini.



Semua orang adalah sama itulah pula kata yang sering berada dipikiranku,mereka juga akan datang kepadaku disaat mereka pun tengah membutuhkan sesuatu namun disaat rasa senang menghiasi mereka seakan menjauh dan itulah salah satu sifat yang dimiliki manusia yang tidak bisa lepas manakala bagaikan sayur tanpa garam yang mana mereka adalah sayur yang tak lengkap tanpa diriku namun satu hal yang pasti bahwa kehadiranku pun akan dibutuhkan manakala bantuan dibutuhkan dan inilah hal paling tidak menyenangkan.Meski berulang kali mencoba untuk mengerti namun sangat susah buat mengerti,mencoba untuk menerima walau kecewa namun hati pun sulit untuk menerima kenyataan yang ada ntah hal apa lagi yang mampu aku lakukan untuk mengubah semua itu sehingga aku dan mereka sama-sama merasa adil akan sesuatu.Namun dibalik rasa kecewa itu pun masih tersimpan suatu kesyukuran yang sangat berarti yang mana diri masih dikelilingi oleh orang-orang yang menyayangiku.THANKS SO MUCH...

FIRST LOVE...
First love...........!!! inilah kata yang sangat jarang dialami oleh seseorang,meski sering namun itu tidak dijadikan hal yang dinilai positif.Seperti yang yang dikatakan orang bahwa cinta pertama itu adalah seseorang yang membuat kita tidak mampu untuk melupakan akan semua kenangan yang telah terjadi,seseorang yang meski kita telah bersama orang lain namun dia tetap berada di sekeliling pikiran,seseorang yang meski namanya berulang kali untuk dihapus namun nama itu masih saja membekas,meski orang tersebut bukanlah orang pertama yang mengisi hari-hari namun jika hal tersebut dialami maka sebagian besar orang mendefinisikan cinta pertama seperti itu karena pendefinisian akan sesuatu tentu berbeda beda tergantung dari pandangan orang lain.Cinta pertama dari segi pandanganku pun demikian sehingga inilah yang membuatku selalu menderita dikala mengingat semua itu,jika mengingat mampu menimbulkan derita apakah ini masih dinamakan cinta pertama..?meski begitu namun hati masih mengatakan bahwa dialah pacar pertama dan cinta pertamaku.Dia adalah seseorang yang yang telah mengisi hari-hariku saat masih berada di kampus hijau PPUW,orang pertama yang datang dan bersedia menerima segala kekurangan dan kelebihanku,orang pertama yang bersedia mengucapkan met milad tepat dijam 12 malam,orang pertama yang memberi hadiah disaat ulang tahunku,orang pertama yang memberi kejutan birtday party,orang pertama yang memberi kejutan kue ulang tahun,orang pertama yang menjadi objek pembahasanku bersama ibu,orang pertama yang memberi kasih sayang dan perhatian,orang pertama yang menemani saat ramadhan tiba,orang pertama yang kubawa kerumah keluarga dan kuperkenalkan kepada mereka,orang pertama yang membuat air mata menetes,orang pertama yang menbuat hati cemburu,orang pertama yang membuat bibir tersenyum kembali dan orang pertama yang menggambar akan kenangan yang indah.Tak mampu kulupa akan semua itu yang menjadi saat saat pertamaku bersama seseorang yang pertama kali hatiku menyayanginya,pertama dan terakhir.Hati masih menginginkannya namun kenyataan mengatakan sebaliknya bahwa saat ini semua itu telah sirna,semua itu hanyalah mimpi yang tak mampu untuk terwujud menjadi kenyataan bagaimanapun usaha untuk terus bertahan setia dan menunggu namun selama kurang lebih 3 tahun lamanya kesetiaanku ini masih belum membuahkan hasil yang memuaskan,masih saja seperti sedia kala yang tak pernah lagi dilihat oleh nya pujaan hatiku.Rasa gelisah dan putus asa sering kali datang menggoda namun kesetiaan dan kesabaran selalu mengusir keduanya,hati masih sangat yakin bahwa suatu hari dia akan datang dan melihat diri dan hati ini kembali itulah mengapa hati masih setia menunggu dengan sabar meski sebelumnya tubuh telah menghianati hati ini dan  berpaling ke orang lain namun itu adalah kesalahan terbesar yang telah dilakukan tubuh ini yang dengan gampangnya menyerah dan melihat orang lain,meski begitu hati tetap tak mampu untuk berpaling meski tubuh berpaling ke yang lain karena dia adalah satu-satunya bagi hati ini.Aku akan tetap setia menunggu sampai kamu membuka hati,mata,dan pikiranmu kembali kepada hatiku.

 oleh dhia..